Kamis, 06 Desember 2012

4 Cara Mengusir Stress Jelang Pernikahan


      Menjelang hari pernikahan, tak sedikit calon pengantin mengalami mimpi buruk akibat terlalu banyak hal yang dikhawatirkan. Kekhawatiran itu misalnya, takut kebaya atau gaun pengantin tiba-tiba rusak, makanan kurang, tamu yang datang sedikit atau jatuh ketika berjalan ke pelaminan dan banyak lagi ketakutan serta mimpi buruk lainnya yang menghantui.


      Kekhawatiran yang berlebihan saat mempersiapkan pernikahan ini bisa membuat calon pengantin stres. Bagaimana mengatasi stres tersebut? Berikut ini empat langkah yang dapat dilakukan:

 

1. Komunikasi yang Baik
 

      komunikasi adalah kunci untuk menjalani sebuah pernikahan dengan baik. Sebagai contoh, ketika berkomunikasi dengan tunangan ataupun calon suami, pastikan mood ataupun emosinya sedang baik, sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Saat Anda sedang merasa tenang dan berada pada mood yang baik, katakan pada pasangan mengenai rasa frustasi, keinginan dan harapan Anda. Namun, jika tidak memiliki waktu yang baik untuk melakukan komunikasi tatap muka, tinggalkan saja catatan untuk pasangan. 

      Katakan secara jelas, jangan pernah menghina ataupun menyinggung dan mempersalahkan pasangan. Jelaskan secara singkat dan akhiri dengan menjelaskan besarnya perasaan dan penghargaan Anda terhadapnya.


 

2. Berbicara kepada Sahabat
 

     Selain dengan pasangan, tak ada salahnya Anda meluangkan waktu untuk mengobrol dengan sahabat. 

      Berikan waktu 15 menit pada diri Anda untuk mengatakan keluhan mengenai hal-hal seputar pernikahan dan dengarkan apa yang sahabat katakan selama 15 menit kemudian. Kemudian gantilah topik pembicaraan pada topik yang lebih ringan dan bisa mengundang tawa sehingga waktu yang dihabiskan bersama sahabat menjadi menyenangkan. Perasaan dan pikiran pun akan menjadi lega seketika.

 

3. Mencari Bantuan Profesional
 

      Jika Anda benar-benar merasa kewalahan dengan stres yang dialami, carilah bantuan profesional untuk melakukan konseling. 

      Orang yang berada pada posisi netral akan melihat masalah dari sudut pandang yang objektif, mendukung serta memberikan perhatian dan juga solusi yang efektif. Beberapa pasangan bahkan pergi menemui terapi pernikahan sebagai latihan pranikah. Pakar bisa membantu Anda melalui masa transisi dari single menjadi menikah, dan mempelajari hal-hal yang baru dalam hidup setelah memiliki suami atau istri.

 

4. Persiapan yang Matang
 

      Selalu persiapkan cara untuk mengatasi hal-hal yang terburuk, meskipun Anda sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ingatlah hal-hal buruk seperti perubahan cuaca, tamu-tamu yang sakit, dan berhalangan hadir, pengiring pengantin yang tidak muncul, ataupun jerawat pada dahi, mungkin saja terjadi. 

      Dengan mempersiapkan rencana cadangan akan membuat Anda menikmati proses yang berjalan hingga hari-H.



Sumber

Artikel Terkait

Tidak ada komentar: